Potensi

Home » Potensi

wholesale football jerseys
cheap jerseys china
wholesale nfl jerseys
Personalized NFL Jerseys
wholesale nfl jerseys on sale

  1. 1.   BIDANG PENDIDIKAN

Modernisasi dan globalisasi yang terjadi saat ini membawa sekaligus tantangan dan peluang baru bagi seluruh masyarakat dunia, tidak terkecuali masyarakat Kelurahan Tamanan. Dalam era seperti ini, kondisi persaingan di seluruh bidang akan semakin tinggi dengan cakupan yang sangat luas. Oleh karena itu setiap masyarakat secara individu dituntut untuk dapat meningkatkan kualitas mereka agar mampu bersaing dalam percaturan global.

Tingkat Pendidikan Penduduk Tamanan Tahun 2009, 2010

No.

Sub Indikator Pendidikan

2009

2010

1

penduduk buta Huruf

530

502

2

penduduk tidak tamat SD/sederajat

400

399

3

penduduk tamat  SD/sederajat

1046

1050

4

penduduk tamat  SLTP/sederajat

820

857

5

penduduk tamat  SLTA/sederajat

966

970

6

penduduk tamat  Diploma

80

86

7

penduduk tamat  Strata1 (satu)

139

140

 

(Sumber : Profil Kelurahan Tamanan Tahun 2009, 2010)

Sadar akan pentingnya kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakatnya, maka sudah sejak lama warga Kelurahan Tamanan mengambil peran disektor pendidikan sesuai dengan kemampuanya masing-masing. Selain adanya Pendidikan Formal Negeri di Kelurahan Tamanan terdapat pula partisipasi masyarakat yang secara konsisten mendirikan Lembaga Pendidikan yang berorientasi pada Pendidikan Moral dan Agama, bahkan ada yang sudah puluhan tahun mendirikan Lembaga Pendidikan untuk tujuan menggabungkan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang Agama dan Teknologi.

Kesadaran yang dimiliki warga Kelurahan Tamanan akan pentingnya pendidikan terus meningkat hal ini tidak terlepas dari dibukanya lembaga pendidikan dasar SD Plus Al Azhar pada tahun 2010. Peningkatan kesadaran akan pentingnya pendidikan ditunjukkan dengan berkurangnya angka bebas buta aksara yaitu dari 530 orang di tahun 2009 menjadi 502 orang pada tahun 2010 atau turun 5 %, sementara jumlah lulusan SD meningkat dari tahun 2009 sebanyak 1046 dan tahun 2010 sebanyak 1050 orang. Lulus SLTP menjadi 857 tahun 2010 meningkat dari tahun sebelumnya 2009 yang jumlahnya 820, sementara tamat SLTA juga meningkat dari 966 tahun 2009 menjadi 970 tahun 2010. lulusan Diploma juga meningkat yaitu tahun 2009 berjumlah 80 orang meningkat menjadi 86 tahun berikutnya, bahkan untuk lulusan Sarjana (S1) juga bertambah menjadi 140 orang tahun 2010 dari 139 tahun 2009, hal ini tidak terlepas dari semakin tingginya tingkat ekonomi keluarga dan pentingnya pendidikan bagi kesejahteraan anak.

Secara kuantitatif data yang ada di Kelurahan Tamanan jelas menunjukan peningkatan setidaknya dari dua tahun terakhir. Berada di perkotaan, kelurahan ini kian besar potensinya untuk mengembangkan diri menjadi Kelurahan yang bermutu di Sektor Pendidikan. Warga yang sadar akan keinginanya untuk mengenyam pendidikan lebih tinggi guna memenuhi tuntutan hidup diera moderen ini setidaknya juga bisa dilihat dari makin menjamurnya Lembaga Pendidikan baik itu yang bersifat formal maupun non-formal, serta lembaga yang murni difasilitasi Pemerintah Kelurahan maupun swadaya kelompok warga sendiri.

Guna optimalisasi pembangunan sektor pendidikan di kelurahannya,  pihak Pemerintah Kelurahan Tamanan membuat kebijakan yang selaras dengan semangat warganya. Adapun langkah atau kebijakan Kelurahan yang telah dilakukan selama ini antara lain memfasilitasi warga yang peduli terhadap pendidikan dalam bentuk pembangunan fisik Lembaga Pendidikan dan Pemberian Beasiswa bagi anak berprestasi dari keluarga kurang mampu. Dananya diambil dari APBD Kota Kediri.

Bukan hanya itu untuk mempermudah koordinasi di bidang Pembangunan Pendidikan, fihak Pemerintah Kelurahan Tamanan juga mengadakan pertemuan rutin dengan Tokoh Masyarakat, pihak sekolah/dewan guru, dan komite sekolah untuk mensosialisasikan kebijakan dan mencari solusi bagi persoalan pendidikan yang timbul di Kelurahan Tamanan.

 

 

 

 

PAUD (Pendidikan anak Usia Dini)

TPA (Taman Pendidikan AlQuran)

Selain paparan tersebut di atas, ada hal yang patut apresiasi lebih dari Sektor Pendidikan di Keluranan Tamanan, yaitu berdirinya SD Plus Al Azhar. Yayasan ini kini bukan hanya dinikmati oleh warga Kelurahan Tamanan sendiri namun juga siswanya berasal dari hampir seluruh wilayah di Kota Kediri bahkan dari warga Kabupaten Kediri.

Sejak tahun 2009 setidaknya di Kelurahan Tamanan ini terdapat Lembaga Pendidikan Formal Yaitu SD Tamanan dan MI Selatan. Terdapat juga Lembaga Pendidikan Non-Formal terdiri dari 3 Kelompok Belajar dan 1 Lembaga Kursus. Selain itu di Kelurahan Tamanan juga terdapat Pendidikan Non-Formal dan In-Formal berupa PAUD dan TPA sebanyak serta Program Pendidikan untuk Semua berupa TK dan RA.

  1. 2.   BIDANG KESEHATAN MASYARAKAT

Hal penting lainnya yang menjadi kebutuhan dasar manusia selain pendidikan adalah kebutuhan akan kesehatan. Akibat pencemaran lingkungan, udara sudah tidak bersih lagi begitupun air sudah tidak lagi cukup sehat untuk minum dan memasak, bahkan hanya sekedar untuk menanam.

Dengan semakin tidak ramahnya keadaan lingkungan, memang tidak mudah untuk mewujudkan taraf kesehatan masyarakat sesuai standar secara individu maupun secara kelompok. Karena itulah, berbagai upaya peningkatan pemenuhan kebutuhan di bidang kesehatan terus dilakukan oleh Pemerintah Kelurahan Tamanan, beserta warga masyarakat tentunya, dalam rangka meningkatkan kualitas hidup masyarakat Tamanan. Salah satu upaya tersebut adalah dengan menjadikan “pola hidup sehat” sebagai suatu sarana mencapai kehidupan yang lebih baik.

 

Kesehatan bagi warga Tamanan tidak hanya dipandang dari sisi fisik semata, melainkan juga dari sisi emosi kejiwaan atau kesehatan spiritual. Kesehatan ini diupayakan terpelihara sejak masih dalam kandungan melalui penyuluhan Ibu hamil,pada waktu bayi dengan dianjurkan untuk rutin mengikuti posyandu, usia sekolah melalui UKS, remaja, dewasa, bahkan sampai ketika mereka berusia lanjut (lansia). Upaya pencapaian kualitas kesehatan yang prima ini melibatkan peran serta lembaga masyarakat yang secara sinergis bersama-sama pemerintah dan mayarakat membangun kualitas kesehatan warga masyarakat. Disamping peningkatan peran Pembantu Petugas Kesehatan  (BAGAS), Forum Masyarakat Kelurahan (FMK), Kelompok Keluarga Sadar Gizi (KADARZI), Posyandu dan praktek bidan swasta, sarana prasarana kesehatan berupa Puskesmas Pembantu terus ditingkatkan kualitasnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

Keberhasilan di bidang kesehatan ditandai dengan menurunnya kematian bayi dan kematian ibu melahirkan serta menurunnya Balita gizi buruk. Tercatat bahwa pada tahun 2009 bayi lahir sejumlah 80 bayi dengan jumlah bayi mati sebanyak 2 orang dan 21 bayi pada tahun 2010. Penurunan kematian bayi diikuti dengan menurunnya jumlah balita gizi buruk sebesar 23 % pada tahun 2010.

Bayi dan Balita

No.

2009

2010

1

bayi lahir

80

21

2

bayi mati

2

0

3

Balita Gizi Buruk

13

10

4

Balita Gizi Baik

222

230

5

Balita Mati

0

0

Jumlah Balita

235

240

 

 

 

 

 

 

(Sumber : Profil Kelurahan Tamanan Tahun 2009, 2010)

 

Peningkatan kesehatan di kelurahan Tamanan tidak terlepas dari meningkatnya Kepedulian ibu tentang pentingnya imunisasi. Peningkatan tersebut ditandai dengan data cakupan beberapa imunisasi dasar (Polio-3, DPT-1, BCG) di Posyandu pada tahun 2010 meningkat sebanyak 8 %. Bukti keberhasilan lainnya juga ditunjukkan melalui peningkatan partisipasi masyarakat dalam mengikuti kegiatan Posyandu dimana bayi dan Balita yang datang pada tahun 2009 sebanyak 222 meningkat menjadi 230 pda tahun 2010. Aktifitas Posyandu pun semakin meningkat ditandai dengan jumlah kader posyandu pada tahun 2009 sebanyak 5 orang dan pada tahun 2010 sebanyak 6 orang serta meningkatnya anggaran operasional posyandu tiap tahun.

Kondisi lingkungan yang bersih juga tidak luput dari perhatian masyarakat Tamanan. Kebersihan lingkungan ini dilakukan Melalui kegiatan gotong royong bersih-bersih lingkungan warga secara bersama-sama mewujudkan kelurahan yang bersih, asri dan nyaman.  Pemenuhan kebutuhan akan air bersih juga menjadi kebutuhan pokok yang sehari-hari sangat diperlukan. Tercatat seluruh warga Tamanan telah terakses oleh air bersih. Serta fasilitas jamban dan sarana sanitasi lainnya.

 

  1. 3.   BIDANG EKONOMI MASYARAKAT

Pembangunan yang dilaksanakan dalam bidang ekonomi adalah usaha untuk mengembangkan kegiatan ekonomi dan mempertinggi tingkat pendapatan masyarakat. Pembangunan ekonomi ini sesuai dengan pengertian pembangunan ekonomi yang dikemukakan oleh Sukirno (2006), yaitu “Pembangunan ekonomi pada umumnya didefinisikan sebagai serangkaian usaha dalam suatu perekonomian untuk mengembangkan perekonomiannya. Proses ini diharapkan meningkatkan kesempatan kerja, pendapatan perkapita penduduk suatu masyarakat meningkat.”

Pengertian tersebut dapat diartikan pula bahwa pembangunan ekonomi merupakan proses yang saling berkaitan dan hubungan yang saling mempengaruhi antara pelaku-pelaku ekonomi sehingga terjadi peningkatan dalam pendapatan masyarakat. Peningkatan dalam pendapatan masyarakat tersebut, diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat yang lebih baik sehingga akan mendorong terwujudnya kesejahteraan rakyat. Kesejahteraan rakyat yang lebih baik akan diikuti dengan adanya perubahan dan peningkatan dalam struktur ekonominya.

Sejak tahun 2001, dengan diberlakukannya UU No.22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah, dan UU No.25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah ( sekarang kedua UU di atas sudah diganti dengan UU No. 32 tahun 2004 dan UU No. 33 tahun 2004), maka pemerintah daerah di Indonesia memiliki kewenangan yang seluas-luasnya dalam pelaksanaan pemerintahan dan pengaturan keuangan daerahnya masing-masing. Diharapkan penyusunan perencanaan pembangunan mampu mencerminkan potensi Kelurahan Tamanan, memacu  pertumbuhan Kelurahan menjadi lebih optimal dan mampu mengurangi disparitas yang terjadi antar wilayah kelurahan di kecamatan Mojoroto.

 

Pendapatan Sektoral Kelurahan Tamanan

No.

Sektor Ekonomi

2009

2010

1

Pertanian  Rp     171,742,000  Rp      179,070,000

2

Perkebunan  Rp     181,200,000  Rp      191,500,000

3

Peternakan  Rp       13,000,000  Rp        17,000,000

4

Perikanan  Rp         7,000,000  Rp        12,000,000

5

Jasa  Rp         4,000,000  Rp          4,000,000

6

Industri Rumah Tangga  Rp         4,200,000  Rp          4,200,000

Jumlah

 Rp     381,142,000  Rp      407,770,000

 

 

 

 

 

 

(Sumber : Profil Kelurahan Tamanan Tahun 2009, 2010)

 

Tingkat Pendapatan Kelurahan Tamanan meningkat sebesar Rp.26.628.000,- pada tahun 2010 atau meningkat sebesar 7%. Keberhasilan ini tidak terlepas dari  upaya penyuluhan dan penjelasan kepada para petani tentang tata cara bertani yang baik yang telah dilaksanakan oleh aparat Kelurahan bekerja sama dengan dinas terkait melalui acara penyuluhan rutin dan pertemuan kelompok ekomoni yang ada.

Sebagai penunjang perekonomian masyarakat, di Tamanan terdapat Koperasi Puspita Kencana yang dikelola sepenuhnya oleh ibu-ibu penggerak PKK. lembaga ekonomi ini mejadi alternatif sumber permodalan bagi warga yang kesulitas akses ke perbankan juga menghindarkan warga dari jeratan bunga tinggi para rentenir (Bank Thitil/Bank Keliling). Selain Lembaga Koperasi masih ada lagi lembaga ekonomi yang menunjang peningkatan perekonomian masyarakat di kelurahan Tamanan antara lain pasar, Toko/Kios, Warung makan serta angkutan umum. Lembaga ekonomi di kelurahan Tamanan semakin berkembang tiap tahunnya dan pada tahun 2010 meningkat 22 unit lembaga ekonomi dari tahun sebelumnya.

Lembaga Ekonomi Kelurahan Tamanan

No.

Lembaga Ekonomi

2009

2010

1

Pasar

1

1

2

Lembaga Koperasi/sejenis

1

1

3

BUMdes

1

1

4

Toko/Kios

97

103

5

Warung makan

11

22

6

Angkutan

30

35

Jumlah Lembaga

141

163

(Sumber : Profil Kelurahan Tamanan Tahun 2009, 2010)

 

Bermodalkan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang dibekali keterampilan untuk menggunakan Teknologi Tepat Guna di berbagai bidang tersebut disertai dengan dorongan secara sinergis dari Pemerintah Kelurahan Tamanan beserta aparatnya, dari tahun ke tahun kualitas dan kuantitas perekonomian masyarakat bisa meningkat. Terbukti, dari data yang ada, dalam kurun waktu tahun 2009 hingga tahun 2010, jumlah Keluarga prasejahtera menurun sebesar 9 % dan jumlah Keluarga Sejahtera (KS) 1, KS-2, KS-3, dan KS-3 plus di Tamanan, mengalami kenaikan. Keadaan ini tentu saja, sangat diinginkan oleh Pemerintah daerah, dimana program pengentasan kemiskinan dapat berjalan secara efektif dan efisiaen melalui peningkatan pendapatan dan pembinaan tiap sector ekonomi di Kelurahan Tamanan.

Tingkat Kesejahteraan Kelurahan Tamanan

No

Tingkat Kesejahteraan

2009

2010

1

Keluarga Prasejahtera

172

157

2

Keluarga Sejahtera 1

353

355

3

Keluarga Sejahtera 2

247

280

4

Keluarga Sejahtera 3

436

548

5

Keluarga Sejahtera 3 plus

18

20

Jumlah Keluarga

1226

1360

(Sumber : Profil Kelurahan Tamanan Tahun 2009, 2010)

Namun di balik capaian keberhasilan di bidang ekonomi tersebut, masalah pengangguran masih menjadi masalah yang cukup menyita tenaga bagi Pemerintahan kelurahan Tamanan dimana tingkat penggangguran sebesar 402 orang pada tahun 2010 turun 28 orang dari tahun 2009, salah satu penyebabnya adalah masih terbatasnya jumlah lapangan kerja yang ada. Untuk mengatasi masalah tersebut seluruh elemen masyarakat berupaya menekan tingkat pengangguran baik pengangguran terbuka maupun terselubung melalui inovasi dan pengembangan usaha-usaha ekonomi produktif dan pelatihan ketrampilan.

4. BIDANG KEAMANAN DAN KETERTIBAN

Selain memang menjadi tuntutan kebutuhan dalam kehidupan bermasyarakat, agar masyarakat dapat hidup tenang dan nyaman, bersosialisasi dan beraktifitas sesuai haknya tanpa melanggar hak yang satu dengan lainnya, keamanan dan ketertiban juga mutlak diperlukan untuk menjamin keberlangsungan pelaksanaan pembangunan di segala bidang dapat berjalan dengan baik dan lancar.

Sadar akan hal itu, bersama Linmas warga Tamanan bersatu padu dengan rasa penuh tanggung jawab bahu membahu mewujudkan satu kebersamaan yaitu menciptakan suasana yang aman dan tenteram dengan mengembangkan azas 3 A (Asah Asih Asuh) dalam kehidupan sehari-harinya disamping juga dengan bergotong royong menjaga keamanan dan ketertiban melalui Sistem Keamanan Swakarsa (Pam Swakarsa) dan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling).

Dengan tingginya tingkat kesadaran dan partisipasi warga, dan ditunjang dengan 5 (lima) sarana dan prasarana Poskamling lengkap dengan 60 anggota Linmas, suasana aman, tentram, tertib dan damai mewarnai kehidupan masyarakat di Kelurahan Tamanan. Hasil yang memang patut dinikmati atas semua usaha itu, Kelurahan Tamanan berhasil mewujudkan bentuk kehidupan masyarakat yang aman dan tentram.

Terbukti dalam beberapa tahun terakhir ini di Tamanan tidak pernah terjadi segala bentuk permasalahan mulai dari konflik SARA, KDRT, perkelahian, pemerkosaan dan pemaksaan, perjudian, dan pembunuhan serta segala bentuk kejahatan lainnya. Para remaja pun tidak ada yang terlibat pelanggaran atau kejahatan, pelecehan seksual, narkoba serta kehamilan di luar nikah.

Atas keberhasilan tersebut, semua komponen masyarakat di Tamanan tidak lantas terlena. Adapun upaya konkrit yang dilakukan oleh pemerintah kelurahan untuk menjaga situasi dan kondisi Tamanan agar terus kondusif, bersama lembaga masyarakat yang ada, telah mengambil langkah kebijakan :

  • Memberdayakan Sistem Keamanan Swakarsa dengan mengoptimalkan fungsi Poskamling.
  • Memberdayakan fungsi dan peran anggota Linmas.
  • Mengadakan penyuluhan dan bimbingan mental generasi muda.

Demikian gambaran kehidupan yang aman, tentram, damai dan sejahtera di Kelurahan Tamanan. Tidak berlebihan kiranya jika Tamanan diibaratkan sebuah rumah yang didirindukan oleh setiap penghuni, dan orang-orang yang pernah berkunjung ke rumah tersebut.

5.    BIDANG PARTISIPASI MASYARAKAT

Tuntutan reformasi yang terus bergulir dewasa ini telah mendorong berbagai perubahan dalam kehidupan masyarakat termasuk tuntutan perubahan dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan. Perkembangan situasi dan kondisi itu, menuntut respon yang cepat, tepat dan bijaksana termasuk dari jajaran aparatur Pemerintah Kelurahan. Oleh karena itu diperlukan berbagai perubahan dan penyesuaian, baik aspek regulatif maupun pola pikir dan tindakan yang cepat, tanggap, dan visioner.

Terjadinya pergeseran filosofi dari “membangun Daerah” menuju “Daerah Membangun”, menempatkan pentingnya dinamika pembangunan yang harus diprakarsai oleh Kelurahan dan masyarakat setempat atas dasar aspirasi setempat dengan tetap menghormati peraturan- peraturan yang ada. Tiga masalah pokok dasar (Tri Daya) dalam rangka mengaplikasikan filosofi “Daerah Membangun” dan “masyarakat Membangun” agar partisipasi masyarakat semakin meningkat dan berkembang yaitu:

  1. Pemberdayaan manusia
  2. Pemberdayaan Usaha
  3. Pemberdayaan Lingkungan

Upaya penting untuk mengatasi tiga masalah pokok di atas bagi aparat Pemerintah Kelurahan adalah menumbuhkembangkan prakarsa masyarakat dengan meningkatkan kemampuan memberikan tanggung jawab dan melibatkan masyarakat melalui program-program pembangunan yang tepat, terarah dan berkesinambungan. Di sinilah letak aspek yang membedakan antara Pemerintah Kelurahan dahulu dengan sesudah reformasi khususnya tentang peran serta masyarakat di luar pengambilan keputusan untuk menentukan kebutuhanya/ pilihannya.

Mulai ketika era pemberlakuan Undang-Undang Otonomi Daerah,  partisipasi masyarakat menjadi sangat penting artinya manakala melaksanakan statement/ filosofi “Daerah Membangun” dan “masyarakat Membangun”. Dan filosofi ini tidak akan ada artinya apabila Pemerintah Kelurahan, Lembaga kemasyarakatan seperti LPMK dan masyarakat pada umumnya belum satu visi dan misi dalam mewujudkan pembangunan daerahnya.

Dengan bertitik tolak pada pokok pikiran tersebut di atas, maka masyarakat menyadari bahwa jika ingin membangun Kelurahannya sementara Pemerintah Kelurahan hanya mempunyai biaya yang terbatas, maka diharapkan masyarakat tidak saja memberikan pikiran, tetapi juga tenaga, waktu dan hartanya sebagai perwujudan kepedulian terhadap kemajuan Kelurahan dan masyarakat secara luas dan bertanggungjawab.

Seperti halnya masyarakat Kelurahan Tamanan selama ini telah menunjukkan peran aktifnya di seluruh aspek kegiatan pembangunan baik fisik maupun non fisik. Kegiatan pembangunan yang dilaksanakan tersebut adalah merupakan hasil kesepakatan dari suatu proses musyawarah bersama antara masyarakat, lembaga kemasyarakatan dan Pemerintah Kelurahan.

Partisipasi ini dimulai dari awal proses penyusunan perencanan yang melibatkan seluruh unsur/elemen masyarakat, lembaga kemasyarakatan dan Pemerintah Kelurahan sampai dengan pengambilan keputusan sehingga tersusun suatu rencana kerja kegiatan. Sedang partisipasi masyarakat yang berupa kritik, saran dan pendapat dapat disalurkan melalui lembaga-lembaga yang ada atau dapat langsung pada forum musyawarah perencanaan pembangunan.

Partisipasi masyarakat Tamanan dalam Pemilu Legislatif, Pilpres dan Pilgub serta Pilwali cukup menggembirakan. Dari jumlah masyarakat yang mempunyai hak pilih sejumlah 2925 orang, hampir keseluruhannya mempergunakan hak pilihnya dalam pemilu yaitu sebesar 99%. Hal ini menunjukkan bahwa masvarakat Tamanan mempunyai keinginan yang kuat untuk memperbaiki kehidupan mereka dengan memberikan suaranya untuk menentukan orang-orang yang mereka anggap mampu dan bertanggung jawab berada di barisan terdepan sebagai pengemban amanat rakyat.

Dalam lingkup yang lebih sederhana/kecil dapat kita lihat bahwa keikutsertaan masyarakat dalam proses pembangunan menunjukkan bukti bahwa ternyata slogan pembangunan oleh, dari, dan untuk masyarakat bukanlah isapan jempol belaka.

Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) yang merupakan motor penggerak pembangunan Kelurahan, sesuai tugas pokok dan fungsinya dalam melaksanakan kegiatanya selalu berkoordinasi dengan semua pihak, untuk menyusun rencana pembangunan yang akan dilaksanakan agar rencana yang dihasilkan benar-benar merupakan aspirasi yang menjadi prioritas kebutuhan masyarakat. Adapun bentuk partisipasi masyarakat ini adalah adanya keterlibatan mulai proses penggalian gagasan dan rapat-rapat untuk pengambilan keputusan untuk menentukan arah kebijakan dan penetapan prioritas.

Proses pembangunan yang didahului oleh Musyawarah Perencanaan Pembangunan (MUSRENBANG) memberikan gambaran bagi kita akan besarnya partisipasi masyarakat tersebut. Dengan jumlah peserta musrenbang adalah 27 orang dengan 21 orang peserta laki-laki dan 6 orang peserta perempuan pada tahun 2009. Sedangkan pada tahun 2010 mengalami  peningkatan peserta musrenbang yaitu 30 orang dengan 23 orang peserta laki-laki dan 7 orang peserta perempuan. Penambahan yang signifikan terlihat pada kehadiran peserta perempuan yaitu naik 17%.

Kegiatan LPMK lainnya adalah upaya dalam memperbaiki bangunan fisik wilayah kelurahan melalui program Pemerintah Kota Kediri yaitu SMPP (Sistem Management Pembangunan Partisipatif) dimana pada tahun 2009 sebesar Rp. 110.000.000,- dan meningkat menjadi Rp. 140.000.000,- pada tahun 2010.

 

SMPP tahun 2009 Kelurahan Tamanan

NO

KEGIATAN

LOKASI

VOLUME

BIAYA ( Rp )

1

Pavingisasi

RT 05 / RW 02

145

m2

9,093,000

2

Pavingisasi

RT 10 / RW 02

150

m2

8,878,000

3

Pavingisasi

RT 02 / RW 01

125

m2

7,441,000

4

Pavingisasi

RT 02 / RW 01

55

m2

4,205,000

5

Pavingisasi

RT 09 / RW 01

312

m2

20,933,000

6

Pemb. Selokan

RT 04 / RW 01

75

m2

8,573,000

7

Pavingisasi & Sarangan air

RT 14 / RW 03

50

m2

4,189,000

8

Rehab Plengsengan

RT 02 / RW 01

18

m2

9,962,000

9

Pemb. pagar pasar barat lapangan

95

m2

15,062,000

10

Pavingisasi

RT 13,14 / RW 03

105

m2

7,375,000

11

Pavingisasi

RT 12 / RW 03

85

m2

5,168,000

12

Pavingisasi

RT 12 / RW 03

38

m2

2,901,000

13

Rehab plengsengan Barat Masjid Miftahul-Huda

11.7

m2

6,220,000

J U M L A H

110,000,000

 

SMPP tahun 2010 Kelurahan Tamanan

NO

KEGIATAN

LOKASI

VOLUME

BIAYA ( Rp )

1

Pavingisasi

Kantor Kelurahan tamanan

3 X 50 m

m2

      15,000,000.00

2

Pembuatan got

RT 09, RT 01

100 m

m2

      15,000,000.00

3

Pagar TPA

RT 09

m2

        7,000,000.00

4

Pavingisasi

RT 12

2 x 100 m

m2

        6,000,000.00

5

Pavingisasi

RT 12

2 x 100 m

m2

        6,000,000.00

6

Pavingisasi

RT 11

2 x 100 m

m2

        6,000,000.00

7

Pavingisasi

RT 12

9 x 6 m

m2

        3,000,000.00

8

Pavingisasi

RT 12

6 x 6 m

m2

        3,000,000.00

9

Noormalisasi saluran air (irigasi)

RT 8, RT 10

1000 m

m2

      10,000,000.00

10

Pavingisasi

RT 15

2,5 x 150 m

m2

        5,000,000.00

11

Pembuatan patusan

RT 08

0,5 x 150 m

m2

        2,000,000.00

12

Pavingisasi

RT 12

1,5 x 100 m

m2

        7,000,000.00

13

Pavingisasi

RT 09

2,5 x 100 m

m2

      10,000,000.00

14

Pavingisasi

RT 03, RT 05

1, 5 x 50 m

m2

        3,000,000.00

15

Normalisasi saluran air (irigasi)

RT 11

300m

m2

        3,000,000.00

16

Pembangunan pos kampling

RT 09, RT 11, RT 12

3 pos kampling

m2

      24,000,000.00

17

Pembangunan pagar pasar dan jembatan

Pasar Tamanan

6 x 4 m

m2

      15,000,000.00

J U M L A H

  140,000,000.00

 

Meskipun Kelurahan Tamanan merupakan wilayah perkotaan namun gotong-royong masih sangat jelas terlihat dalam keseharian masyarakatnya. Ini bisa dibuktikan dalam hal gotong royong menjaga kebersihan, menjaga ketertiban dan keamanan, membangun rumah, membangun sarana irigasi, membangun fasilitas ibadah dan membangun sarana prasarana lainnya.

6.    BIDANG PEMERINTAHAN KELURAHAN

Sebagaimana tuntutan reformasi dan otonomi daerah, Pemerintah Kelurahan Tamanan bertekad untuk mewujudkan pemerintahan yang baik (good governance),  yaitu pemerintahan yang lebih berdaya guna, berhasil guna, bersih dan bertanggung jawab dengan berprinsip pada tiga hal pokok yaitu transparansi, partisipatif dan akuntabel.

Tidak cukup hanya itu, sebagai pelayan masyarakat (public servan) aparatur Pemerintah Kelurahan Tamanan berkomitmen memberikan pelayanan prima (sempurna), bekerja untuk melayani bukan untuk dilayani, bekerja professional sesuai tugas dan fungsinya secara efektif, efisien, dan lebih cepat tanpa mengkesampingkan standar dan prosedur­-prosedur yang ada.

Dengan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia (SDM) aparatur yang memadai, sarana prasarana kelurahan yang cukup lengkap (misalnya Kantor Kelurahan yang representatif, Balai Kelurahan, alat/inventaris perlengkapan kantor, termasuk komputer, mebelair, alat komunikasi dan lainnya), Pemerintah Kelurahan Tamanan dapat menjalankan kepemerintahan dengan baik.

Job description agaknya menjadi salah satu kunci terselenggaranya pemerintahan yang baik, dinamis dan demokratis ini. Tugas dibagi habis oleh 7 (tujuh) orang perangkat Kelurahan yang dibantu oleh 4 orang Kepala Lingkungan. Dengan latar belakang pendidikan 2 orang  S1 dan 9 orang SLTA, yang kesemuanya itu menjadi satu landasan yang kuat untuk menggerakkan sistem pemerintahan (pada level bawah) yang tetap menjaga kebersamaan dengan warga masyarakatnya.

 

 

 

 

 

PELAYANAN TERBAIK

 

Dengan pelayanan prima, kinerja perangkat Kelurahan Tamanan lebih terpacu dan kebutuhan masyarakat akan pelayanan yang mudah, ramah dan murah akan tetap terpenuhi. Akuntabilitas pemerintahan senantiasa dijaga, selain daripada itu SDM dan sarana prasarana kelurahan terus ditingkatkan baik secara kualitas maupun kuantitas, sehingga kepercayaan masyarakat pada organisasi pemerintahan pada level bawah dapat terbentuk.

7.    BIDANG LEMBAGA KEMASYARAKATAN

Kebijakan pembangunan daerah sebagaimana ditegaskan dalam Undang-undang Pemerintahan Daerah pada hakekatnya diarahkan pada upaya-upaya untuk mendorong pemberdayaan masyarakat, menumbuhkan prakarsa dan kreativitas, serta meningkatkan peran serta masyarakat. Dengan demikian dapat kiranya disimpulkan bahwa antara kebijakan daerah dan kebijakan pemberdayaan masyarakat mempunyai hubungan mutualisme (timbal balik), sehingga pelaksanaan otonomi daerah ditujukan untuk memberdayakan masyarakat.

Pentingnya pelaksanaan otonomi daerah dalam rangka pemberdayaan masyarakat didasari pertimbangan bahwa tugas pokok pemerintah meliputi 3 (tiga) aspek utama yaitu:

  1. Penyiapan kebijakan (regulation)
  2. Pelayanan kepada masyarakat (public service)
  3. Pemberdayaan masyarkat (empowerment)

Sebagaimana dalam program pembangunan nasional telah dinyatakan bahwa tujuan pemberdayaan masyarakat adalah :

  1. Meningkatkan keberdayaan masyarakat melalui penguatan lembaga dan organisasi masyarakat setempat, penanggulangan kemiskinan dan perlindungan sosial masyarakat.
  2. Peningkatan keswadayaan masyarakat luas guna membantu masyarakat dalam memperoleh dan memanfaatkan hak masyarakat untuk meningkatkan kehidupan ekonomi, sosial, dan politik.

Dalam mendorong percepatan perkembangan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Tamanan di berbagai bidang, kontribusi nyata lembaga-lembaga kemasyarakatan betul-betul dirasakan. Lembaga-lembaga kemasyarakat tersebut menjadi wadah aspirasi keikutsertaan masyarakat dalam berbagai bidang kegiatan.

Meskipun Tamanan termasuk wilayah kota, namun kehidupan bermasyarakatnya masih kental dengan nilai-nilai kebersamaan. Guyub rukun menjadi salah satu ciri masyarakat Tamanan.

Dengan didukung keberadaan beberapa lembaga masyarakat baik organisasi perempuan, organisasi pemuda, organisasi profesi, LPMK, kelompok gotong royong dan lainnya, maka sukses kegiatan baik pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan di Tamanan dapat dirasakan.

Kontribusi nyata lembaga-lembaga kemasyarakatan tersebut di atas adalah sebagai brikut :

a. Organisasi Perempuan

Kesetaraan gender memberikan ruang gerak lebih di segala bidang bagi kaum perempuan. Perempuan tidak lagi hanya dipandang sebagai “konco wingking” tetapi perempuan telah mengambil peran strategis dan memberikan warna tersendiri dalam segala kegiatan dan pengambilan kebijakan.

 

 

 

 

 

 

PKK

 

Beberapa organisasi perempuan yang ada di Tamanan dan cukup menonjol perannya di antaranya adalah PKK, Muslimat/Fatayat, Kelompok arisan, dan Kelompok Tahlil/Pengajian. Bukti nyata dukungan organisasi perempuan dalam pembangunan masyarakat Tamanan adalah keikutsertaan para ibu-ibu atau keterwakilan mereka dalam setiap penentuan kegiatan dan pengambilan kebijakan kelurahan. Salah satu missal adalah keterwakilan perempuan dalam Musrenbang yang mencapai 10%.

  1. Organisasi Pemuda

Pemuda merupakan generasi penerus bangsa, kualitasnya akan menentukan masa depan bangsa. Di Tamanan pemuda juga mempunyai peran yang tidak dapat dipandang sebelah mata. Berbagai aktivitas mereka, keterlibatan mereka dalam musyawarah-musyawarah kelurahan, keterlibatan dan peran serta mereka dalam kegiatan pembangunan serta lainnya cukup memberikan arti.

Adapun beberapa organisasi pemuda yang ada di Tamanan antara lain yaitu Karang Taruna, Kelompok Kesenian, Remaja Masjid/Musholla (Remas), Kelompok Hadrah, Kelompok Diba’ dan Kelompok-kelompok olah raga.

KELOMPOK OLAH RAGA

  1. Organisasi Profesi

Organisasi profesi merupakan wadah bagi masyarakat, utamanya masyarakat yang latar belakang sama untuk menampung aspirasi, saling berbagi pengetahuan/pengalaman, dan bekerja sama untuk kemajuan bersama. Organisasi profesi yang ada yaitu Kelompok Tani dan HIPPA. Dengan berbagai aktivitas mereka, pertanian mereka cukup menjanjikan.

  1. LPMK

LPMK merupakan perwkilan warga masyarakat kelurahan yang menampung dan menyampaikan aspirasi warga sekaligus sebagi partner pengawas (fungsi control) Pemerintah Kelurahan dalam pelaksanaan kegiatan pemerintahan, pengambilan keputusan dan penetapan kebijakan sampai dengan pelaksanaan pembangunan.

  1. Koperasi

Keberadaan lembaga ekonomi masyarakat dengan berbagai bidang usahanya ini cukup membantu perekonomian masyarakat

Berkat aktivitas lembaga kemasyarakatan yang mampu menggerakkan anggotanya ini maka perubahan baik fisik, maupun dalam cara pandang, pola pikir dan tindakan masyarakat Kelurahan Tamanan secara umum sudah mengalami perubahan yang berarti. Dan apabila ada masalah-masalah yang muncul dalam Kehidupan masyarakat, pada umumnya dapat diselesaikan secara musyawarah pada lembaga-lembaga Kemasyarakatan yang ada.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

8.    BIDANG PEMBERDAYAAN DAN KESEJAHTERAAN KELUARGA

Program Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) adalah merupakan Gerakan Nasional yang tumbuh dari bawah dengan perempuan sebagai penggeraknya menuju terwujudnya keluarga bahagia, sejahtera dan maju mandiri. PKK juga merupakan komponen dari sektor informasi dan komunikasi yang dimaksudkan dapat menyebarkan informasi pembangunan dari Pemerintah kepada masyarakat khususnya wanita dalam berbagai kegiatan.

Agar kegiatan PKK ini dapat lebih terarah dan menyentuh berbagai kepentingan keluarga dan masyarakat maka dengan berpedoman pada sepuluh program pokok PKK, Tim penggerak PKK Kelurahan Tamanan setiap tahunnya menyusun Program Kegiatan yang disesuaikan dengan kondisi dan situasi daerah serta memperhatikan prioritas program serta kebijakan-kebijakan Pemerintah Kecamatan Pesantren.

Dengan dukungan dana dari BOK pada tahun 2009 sebesar Rp. 7.000.000,- dan tahun 2010 sebesar Rp. 8.000.000,- masyarakat bersama-sama aparat Kelurahan Tamanan mengembangkan Pola Pengembangan PKK dari bawah yaitu pengembangan PKK yang diawali dari masing-masing insani, keluarga, lingkungan dan seterusnya. Hal ini dirasakan sangat efektif dan terarah demi kemajuan dan ­eksistensi PKK itu sendiri.

Dengan 10 Program Pokok yang dimiliki, PKK berusaha memberikan peran yang tak mau dipandang sebelah mata oleh organisasi lainnya. Dengan jum!ah anggota TP PKK Kelurahan Tamanan sebanyak 50 orang pada tahun 2009 dan meningkat pada tahu 2010 sebanyak 64 orang, mereka ternyata mampu menggerakkan masyarakat sebagaimana tercantum dalam 10 Program Pokok PKK.

Sejalan dengan tujuan Gerakan PKK yaitu memberdayakan keluarga untuk meningkatkan kesejahteraan lahir batin menuju terwujudnya keluarga yang berbudaya, bahagia, maju, mandiri, hidup dalam suasana harmonis yang dilandasi keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, maka kebijaksanaan PKK Kelurahan Tamanan, diarahkan melalui Kelompok Kerja 1 – 4 dengan Kegiatan antara lain :

1. Sekretaris

a. Membina administrasi PKK Kelurahan RW, RT dan Dasa Wisma

b. Penyuluhan tentang mekanisme gerakan PKK

c. Penyuluhan tentang konsep kader warga binaan.

d. Memberikan buku-buku administrasi.

2.  Bendahara

a. Membina administrasi keuangan

b. Melaksanakan pencatatan pembukuan keuangan PKK

3. POKJA I

a.  Pembentukan Kadarkum, yaitu memberikan administrasi kadarkum, administrasi kelompok pengajian.

b.  Memberikan penyuluhan tentang UU ( Pidana, Perdata dan Perkawinan )

c.  Memberikan bimbingan pada kelompok Lansia dan memberikan pembinaan kelompok pengajian

d.  Mengadakan simulasi pola asuh anak

e.  Pembinaan administrasi Pokja I, antara lain :

– Administrasi Pokja I

– Administrasi Karang Taruna

– Administrasi Pola Asuh Anak

– Administrasi Pengajian

4. POKJA II

a.   Memacu dan membina kelompok Pos PAUD terpadu (Posyandu, BKB dan PAUD ) dibawah naungan Gerdu Sehati.

b. Membina dan mengadakan pelatihan keterampilan

c.  Membina pengembangan dan pembentukan koperasi

Keberhasilan POKJA II

– Adanya peningkatan SDM

– Semakin bertambahnya jenis keterampilan yang dimiliki

– Kesadaran dan pengertian tentang pentingnya berkoperasi semakin bertambah

– Meningkatnya kesejahteraan keluarga dan ekonomi keluarga.

– Meningkatnya pengetahuan tentang 10 Program Pokok PKK

5. POKJA III

a. Meningkatnya pengetahuan dan keterampilan para kader pertanian

b. Meningkatnya pemanfaatan pekarangan

c. Peningkatan pendapatan keluarga melalui keterampilan, baik usaha sandang (jahitan , bordir ) maupun pangan (membuat kue basah/kering)

d. Meningkatnya rumah layak huni

6. POKJA IV

Semakin meningkatnya kesadaran warga binaan terhadap arti pentingnya hidup yang bersih dan sehat

Meningkatnya kebersihan rumah dan lingkungan

Menurunnya angka kematian ibu dan bayi

Semakin tertibnya administrasi Pokja IV

Hambatan :

– Masih adanya warga yang belum dapat mengikuti kegiatan PKK karena masih disibukan untuk mencari penghasilan tambahan ekonomi.

– Masih terbatasnya dana sebagai pendukung sosialisasi dan pengembangan kegiatan prioritas PKK

 

Dalam rangka meningkan derajat kesehatan ibu dan anak, maka perlu dilakukan upaya melalui penyuluhan, pembinaan dan bimbingan antara lain :

– Mengunjungi dan memberikan pembinaan tentang kesehatan dasar kepada warga binaan

– Memberi penyuluhan KB bagi seluruh anggota keluarga

– Memberi sosialisasi pembinaan pada para kader kesehatan

– Pembinaan pada kader Posyandu , pembenahan pengetahuan tentang Posyandu pada kader

– Pembinaan administrasi Pokja IV PKK

Agar kegiatan PKK ini dapat lebih terarah dan menyentuh berbagai kepentingan keluarga dan masyarakat maka dengan berpedoman pada sepuluh program pokok PKK, Tim penggerak PKK Kelurahan Tamanan setiap tahunnya menyusun Program Kegiatan yang disesuaikan dengan kondisi dan situasi daerah serta memperhatikan prioritas program serta kebijakan-kebijakan Pemerintah Kecamatan Pesantren.

TIM PENGGERAK PKK

 

Kepesertaan perempuan dalam proses pembangunan yang menjadi bagian dari keberhasilan pemberdayaan perempuan melalui berbagai kegiatan di TP PKK dan dalam pembuatan keputusan dan kebijakan Kelurahan bersama-sama unsur kelembagaan lainnya. Secara nyata dengan jumlah kegiatan seperti di atas, Pengurus Pokja PKK dan Anggota Dasa Wisma terbukti telah mampu mewarnai kehidupan masyarakat ke arah yang lebih positif dan memadai. Dari tahun ke tahun terus ada peningkatan, baik kuantitas dan durasi waktu kegiatan. Hal ini juga berpengaruh pada peningkatan peranan wanita dalam pembangunan pemerintahan dan kemasyarakatan.

 

 

Comments & Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>